Senin, 25 Agustus 2014

CEO Business Gathering - KUPAS GAYA ‘ROCKSTAR’ ALA PEMILIK BISNIS


Apa reaksi Anda ketika mendengar kata rockstar? Mungkin ada yang beranggapan negatif tentang penyanyi rock. Mereka sering dipersepsi buruk, dengan gaya tampilan yang sering keluar dari aturan atau ‘pakem’ yang ada. BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) mendobrak pemikiran tersebut dalam forum CEO Business Gathering, bertajuk “Think Like A Rock Star”.
Forum yang diadakan pada Senin (18/08/14) ini merupakan gathering ex klien BARACoaching Surabaya. Coach Han Budiyono selaku pembicara bertutur, ada nilai-nilai dari seorang rockstar yang bisa diteladani oleh pelaku bisnis dewasa ini. Salah satunya, berani tampil beda dan tidak khawatir meskipun orang lain tidak bisa menerima penampilan atau bahkan pemikiran mereka.
Mereka sering bertingkah laku di luar kebiasaan pada umumnya. Contohnya, grup Slank yang lebih memilih bergaya ‘natural’ waktu konser. Buat mereka, kostum panggung yang glamour, malah tidak cocok, karena tidak bisa dipakai dalam aktivitas keseharian.
“Para bintang rock benar-benar yakin dengan apa yang diyakininya, meskipun orang lain tidak. Satu nilai yang bisa dikorelasikan dalam bisnis sekarang, adalah being true to yourself. Sekarang ini masih banyak, calon pebisnis yang memulai bisnis dengan usaha yang sedang ngetrend. Pandangan ini keliru. Only do or sell something that you truly believe. Juallah produk atau jasa yang sesuai hati nurani Anda,” papar CEO sekaligus pendiri BARACoaching Surabaya ini.
Teladan lain yang bisa diambil dari seorang rockstar adalah selain lagu, mereka paham bahwa publikasi wajib hukumnya. Seorang pebisnis juga dituntut untuk paham, bagaimana agar produk atau jasanya dikenal orang.
Business owner harus jago dalam sales dan marketing. Meskipun bisa saja tim kita yang mengerjakan tugas-tugas marketing, branding, dan promotion, namun secara konsep tidak bisa didelegasikan. Tugas sebagai pemilik bisnis, adalah mengetahui bagaimana konsepnya sehingga apa yang tim lakukan bisa tepat sasaran.”

Popstar Punya Penonton, Rockstar Punya Pengikut
Ada yang mengatakan “popstar punya penonton, rockstar punya pengikut”. Fans rockstar tidak merasa hanya melihat konser atau pertunjukan, mereka benar-benar menjadi penonton yang fanatik.
Nilai positif lain yang bisa dipelajari oleh pebisnis dari seorang rockstar adalah mencari loyalis, bukan sekedar customer. Yang harus dilakukan adalah mengubah mindset, hanya mencari short term customers. Pemilik bisnis hendaknya bukan hanya menjual produknya, namun mengetahui bagaimana langkahnya agar customer yang didapat, menjadi loyalist (raving fans) produk dan jasanya.
Selanjutnya, old style vs new style. Jika dulu usaha Anda berada di ‘atas angin’, maka belum tentu berlaku juga untuk sekarang atau ke depannya. Untuk itu, seorang pemilik bisnis harus selalu menemukan cara untuk mengupdate bisnisnya sesuai perkembangan jaman.
Ibarat kolam ikan, yang akan habis jika diambil ikannya secara terus-menerus. Maka harus dipikirkan bagaimana caranya agar ikan menjadi produktif dan menghasilkan, sehingga tidak akan habis, meskipun dipancing terus-menerus.
Kita sering melihat gaya hidup seorang rockstar yang suka berpetualang dan bersenang-senang. Nilai ini juga bisa diambil oleh para pemilik bisnis.
“Teladan pentingnya adalah be above normal sometimes to learn and develop. Jadi, bukan hanya bersenang-senang, namun travel to style and learn. Bagaimana dalam perjalanan, kita bisa mengambil nilai-nilai pembelajaran yang akan mengubah cara pikir terhadap sesuatu, khususnya terkait bisnis. Ya, misal merencanakan travel untuk mempelajari budaya sekaligus bagaimana cara berbisnis baru yang belum kita lihat sebelumnya,” papar coach Han, pelatih bisnis yang punya predikat Platinum Mentor Coach dari ActionCOACH Internasional ini.

0 komentar:

Posting Komentar