Rabu, 11 Juni 2014

Motivational Session - BERSIKAP POSITIF SEBAGAI ‘MAGNET’ LOYALITAS CUSTOMER


Bagi tim sales dan marketing, menjual merupakan hal yang wajib dan biasa dilakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Lalu bagaimana dengan tim non sales? Apakah mereka juga bisa melakukan pendekatan, bahkan mendapatkan loyalitas customer, meskipun tanpa ‘menjual’?
Hal ini yang dikupas ActionCOACH dalam Motivational Session bertajuk “Bekerja tanpa Menjual”, Senin (02/06) lalu.
“Inti dari bekerja tanpa menjual bukan kita menarik customer dengan apa yang kita tawarkan, namun lebih pada sikap positif sehingga mereka menjadi respek dan kembali pada kita,” tegas Erfina Hakim selaku pembicara forum.
Forum berdurasi kurang lebih 2 jam ini, merupakan bentuk kerjasama BARACoaching (ActionCOACH East Java-Bali) dengan GBT Laras-Imbang. Bertempat di Office GBT Jemursari, forum ini dihadiri oleh tim manajemen (front liner) , kasir dari 7 cabang GBT seluruh Surabaya.
Ada beberapa syarat, agar kita menjadi pribadi handal yang bisa mendukung kita dalam bekerja tanpa harus ‘menjual’. Pertama adalah rasa percaya diri (confident).
“Rasa PD diperlukan saat kita berhadapan dengan customer. Bagaimana bisa menghadapi customer jika tidak ada rasa percaya diri yang mendukung komunikasi kita di depan mereka.”
Menurut Erfina, percaya diri yang bagus itu, percaya diri tanpa maksud tertentu. Dalam artian, bukan ingin mendapatkan apa yang dimau, tapi sebaliknya, bisa memberikan sesuatu dengan sikap yang kita tunjukkan. Bisa itu senyuman, kegembiraan, kesantunan, positif thinking dan masih banyak lagi.
“Jadi PD benar-benar alami terpancar dari diri kita, bukan dibuat-buat. Nah, dari situ customer akan melihat aura yang menjadi ‘magnet’ buat mereka,” lanjut Business Development Manager BARACoaching Surabaya ini.
Selain percaya diri, juga diperlukan mampu bekerja dalam sebuah teamwork.
“Ketika kita mampu bekerja dalam tim, berarti kita mampu bekerjasama dengan orang-orang dengan pola pikir dan pendapat yang berbeda. Hal ini tentu saja sedikit banyak sulit dilakukan. Itulah kenapa kecerdasan seseorang itu teruji ketika bisa bekerja dalam tim,” papar wanita yang sudah berpengalaman di bidang marketing selama 16 tahun ini.
“Dengan teamwork, kita jadi lebih bisa mengekspresikan diri. Marah atau emosi dalam bekerja  bukan larangan, namun setidaknya tidak akan menimbulkan kendala atau pengaruh negatif dalam bekerja. Tim akan memaklumi, mensupport dan segera mengembalikan energi positif kita ketika menghadapi customer,” tambah Erfina lagi.
Di samping percaya diri dan teamwork, poin lain adalah mengenali minat dan berpikir terbuka. Selama ini, orang akan melakukan action pada sesuatu yang dia minati saja. Padahal, faktanya banyak pembelajaran dan pengalaman bisa didapatkan di luar hal yang selama ini kita kerjakan.
Itu kenapa, mengenali minat juga harus dibarengi dengan sikap terbuka. Mau mencoba sesuatu yang baru, disertai dengan menambah wawasan kita, bisa dengan ‘surfing’ internet, banyak bergaul dan membaca, selalu update berita terbaru, dan masih banyak lagi.
“Dasar dari bekerja tanpa menjual, kita harus dapat feel dari pekerjaan kita terlebih dulu. Dengan begitu kita akan melakukan pekerjaan dengan senang, bahkan seperti tidak sedang bekerja. Pada akhirnya, akan menuntun kita untuk terus berkarya dan menghadapi konsumen,” kata wanita yang biasa disapa bu Fina ini.
“Tapi jangan salah lho, bekerja itu tidak selalu kita harus mencari zona nyaman dan tidak mau keluar dari situ. Dalam kaitannya dengan bekerja tanpa menjual, ada beberapa cara yang bisa membuat kita berkembang,”tambahnya.
Pertama adalah kontrol proses. Salah satu yang bisa dilakukan di sini, selalu melakukan pencatatan tentang apapun yang kita kerjakan. Baik itu hal apa saja yang akan dilakukan (agenda kerja), maupun segala sesuatu yang kita tahu dan sudah dikerjakan.
Dengan begitu, diharapkan kita bisa mudah melakukan langkah evaluate and adjust. Mengevaluasi dan membandingkan dengan apa yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Terakhir, melakukan action. Dari apa yang sudah dicatat dan evaluasi, kita bisa melakukan action yang tepat.
“Saya punya tagline menarik tentang bekerja tanpa menjual. Berangkat tanpa beban, masalah tak jadi soal, pulang menyenangkan, karena target tetap menyenangkan,” tutup bu Fina di akhir acara.
Sementara itu, Maria Theresia Setiadi, selaku Corporate Secretary GBT Laras-Imbang mengaku puas dengan sesi motivasi yang diberikan.
“Kami cukup puas dengan training yang diberikan. Saya ingin, setelah acara ini para peserta bisa mengaplikasikan di lapangan, jadi tidak hanya sekedar dipahami secara teori saja. Ke depan, saya berharap ada program berkelanjutan, dan langsung diawasi oleh Bu Fina,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Bu Theres ini.

0 komentar:

Poskan Komentar