Jumat, 16 Mei 2014

Training LEADERSHIP OKE - TIDAK SEMUA KARYAWAN BISA DIPERLAKUKAN SAMA


Punya kharisma saja, ternyata tidak cukup untuk mendapatkan respek dan dukungan anak buah. Selain itu, seorang leader harus bisa memahami mereka sesuai karakter masing-masing. Hal itu yang dibahas dalam Training Full Day “Leadership Oke”, Jum’at (25/04) lalu. Acara yang dihadirkan oleh BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) ini bertempat di Office BARACoaching, Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya.
Erfina Hakim, selaku Head of Training Division sekaligus pembicara berkata, bahwa training ini hadir berdasarkan kebutuhan para leader untuk mendapatkan, mengelola, dan menempatkan anak buah sesuai dengan kebutuhan prioritas usaha.
“Fenomena yang banyak terjadi, para leader kurang paham bahwa manusia sebagai individu yang dinamis dan perlu penyesuaian diri (beradaptasi) dalam setiap lingkungan, termasuk lingkungan bisnis. Itu kenapa perlu adanya seni memimpin yang disesuaikan dengan karakter dari masing-masing anak buah. Karena tidak semua karyawan bisa diperlakukan sama,” papar Erfina.
Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan terkait dengan pemahaman aspek manusia sebagai individu yang dinamis dalam penyesuaian diri. Diantaranya, yaitu karakter, temperamen, sikap, stabilitas emosi, responsibilitas, dan sosiabilitas.
Karakter seseorang akan berujung pada konsekuensi dan konsistensi berpendirian. Sedangkan temperamen lebih pada disposisi cepat atau lambat seseorang itu bereaksi. Sikap menentukan cara seseorang memberikan sambutan, dan stabilitas emosi berupa keseimbangan luapan atau ungkapan emosi seseorang.
Selain itu ada responsibilitas dan sosiabilitas. Responsibilitas berhubungan dengan kesiapan resiko dan sosiabilitas berupa hubungan interpersonal dengan orang lain dalam lingkungan atau tempat dia bergaul.
“Karakter itu bersifat semi permanen, dimana jika kita tidak menginginkannya lagi, maka dengan mudah kita bisa menghapusnya,” ujar wanita berlesung pipi yang akrab dipanggil bu Fina ini.
Selama ini, sebagian besar para leader salah menentukan komposisi karakter dalam tim, sehingga sulit untuk mensinergikan dan mendongkrak kemajuan bisnis. Yang dimaksud komposisi karakter adalah jumlah ideal karakter yang harus ada dalam setiap divisi. Misal tim marketing, maka karakter calon karyawan seperti apa yang harus ditempatkan di bagian itu. Hal ini juga berlaku untuk divisi lain.
“Itu kenapa pemilik bisnis, leader atau para pelaku HR harus punya bekal tentang apa saja yang harus diperhatikan ketika proses interview. Poin ini penting dalam proses selektifitas dan pendelegasian tugas,” tambah bu Fina.
Selain mengupas step by step proses interview calon karyawan yang benar dan efektif, training “Leadership Oke” juga mempelajari langkah-langkah menempatkan karyawan sesuai kebutuhan prioritas usaha, tips meningkatkan kesetiaan dan produktivitas, sampai seni memimpin sesuai dengan karakter anak buah.
“Ada tiga hal yang saya harapkan setelah para leader bisnis mengikuti training ini. Pertama, adanya kesadaran bahwa manusia itu sebagai makhluk dinamis yang selalu berubah, dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Kedua, dia bisa memilih, menempatkan, dan mengelola SDM yang ada, untuk sinergi tim menuju perubahan yang lebih baik. Terakhir, leader bisa menjadi orang yang bisa mewakili perusahaan agar anak buah bisa menerima dan dengan ‘sukarela’ bekerja sesuai budaya perusahaan. Nah, ketika ketiga hal ini sudah berjalan, maka happiness at work akan terbentuk, dan bisa mendongkrak kemajuan bisnis,” tutup wanita yang juga interest di otomotif ini. 

2 komentar:

  1. Informasi yang sangat bermanfaat, salam hangat dari Pembicara Wanita

    BalasHapus
  2. Terima kasih ibu atas responnya.
    Boleh tim kami menelfon ibu untuk sekedar sharing, di no berapa ibu?

    BalasHapus