Jumat, 02 Mei 2014

Motivational Session - UNGKAP SENI MENCARI ‘JODOH’ DALAM KERJA


Mencari kecocokan dalam kerja, sama seperti ketika kita mencari jodoh dalam hidup. Jadi perlu proses penyesuaian tiada henti sebelum menuju kebahagiaan atau kepuasan dalam kerja.
Hal itu adalah inti dari sesi motivasi bertajuk “Happiness At Work”. Acara yang diselenggarakan sebagai bagian dari gathering karyawan PT. Aneka Isolasi ini menghadirkan Erfina Hakim, selaku pembicara sekaligus Head of Training Division BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali).
Bertempat di Rumah Makan Agis Ahmad Yani Surabaya, Kamis (24/04/14), acara ini diikuti oleh sekitar 70 peserta jajaran manajemen, terdiri dari CEO dan karyawan PT. Aneka Isolasi. Di awal acara, Erfina bertutur bahwa inti dari happiness at work adalah seni mengubah ketidakpuasan kerja menjadi sebuah happiness, dimana hal itu tidak hanya dilihat dari segi materi atau besar kecilnya gaji semata.
“Saat ini masih banyak pemikiran bahwa kebahagiaan dan kepuasan dalam kerja itu asalnya dari segi financial atau materi saja. Biasanya hal ini sering dikaitkan dengan besar kecilnya gaji yang diterima. Padahal itu bukan faktor terbesar penyebab ketidakpuasan dalam kerja,” tutur Erfina tentang tema acara.
Selanjutnya, wanita yang akrab disapa Fina ini memaparkan beberapa hal yang menjadi pemicu atau sumber ketidakbahagiaan dalam kerja. Diantaranya, komunikasi, perhatian, dan penghargaan yang jarang diberikan oleh atasan atau rekan kerja.
“Penghargaan di sini bukan hanya bersifat fisik saja, tapi juga memberikan pujian-pujian kecil. Misal, berikan tepukan di pundak mereka, sebagai apresiasi bangga dan puas atas hasil kerja mereka,” kata Fina.
Pemicu lain adalah konflik internal sesama rekan kerja. Biasanya, kondisi ini semakin membawa ketidaknyamanan karena kurang adanya inisiatif kedua belah pihak (yang terlibat konflik) untuk menyelesaikan masalah.
“Sikap terbuka sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Jangan dimulai dengan siapa yang benar atau siapa yang salah. Tapi mulailah dengan mindset “oh, mungkin saya tidak tahu, tapi dia yang tahu yang saya tidak tahu”. Dengan sikap terbuka diharapkan kita bisa punya sudut pandang berbeda, sekaligus bisa mencairkan dan meng’clear’kan masalah,” jelas wanita yang punya hobi travelling ini.
Lebih jauh, Fina menegaskan bahwa perusahaan harus hati-hati dengan maksud ‘happiness’ di sini. Happiness dalam kerja jangan diartikan dengan sekedar perasaan nyaman dengan culture dan lingkungan kerja yang sehat.
“Konsep happiness at work yang sebenarnya adalah bukan hanya bekerja, namun juga berkinerja. Bagaimana karyawan menemukan rasa memiliki sebuah perusahaan atau bisnis layaknya owner. Seperti, setiap tindak tanduknya memperhatikan efektivitas kerja. Selain itu, mengingatkan diri untuk budaya disiplin menggawangi proses, terus melakukan action (pencatatan-perbandingan-evaluasi dan penyesuaian) serta fokus pada target tujuan prioritas.”
Ada 5 poin happiness at work yang dipaparkan dalam forum ini. Tiga hal paling penting, diantaranya pertama berpikir dalam bertindak dengan tidak memperhatikan kemudahan bagi diri sendiri saja, namun juga bagaimana memudahkan pekerjaan rekan kerja yang lain.
Kedua, jadikan ketidakpuasaan dalam bekerja sebagai sebuah pemantik dan dorongan, untuk bangkit dan menemukan pembuktian serta hasil yang lebih baik.
Ketiga, miliki waktu refreshing sejenak bersama rekan-rekan kerja di luar jam kantor. Interaksi positif dari hubungan di luar jam kantor, bukan hanya me’lunturkan’ kepenatan kerja, tapi juga bisa menemukan ide baru, sekaligus menjadi pembentuk budaya kerja yang sehat.
Di akhir acara, Erfina kembali menegaskan bahwa mencari kecocokan kerja itu hampir sama dengan mencari jodoh dalam hidup.
“Setiap personal atau karyawan menyadari bahwa dalam bekerja, sebenarnya juga mencari jodoh atau dengan kata lain kecocokan. Karenanya tidak ada yang namanya karyawan maupun perusahaan ideal. Semuanya berproses dalam penyesuaian tiada henti.”

0 komentar:

Posting Komentar