Jumat, 10 Januari 2014

CEO PowerLunch - KOMBINASI CEO DAN COACH HASILKAN BISNIS ‘SEGAR’


Rabu (18/12/13), SEA Corp. (ActionCOACH East Java & Bali) kembali mengadakan forum ‘CEO PowerLunch’ di Hotel Sheraton Surabaya. Acara yang bertajuk “CEO as A Great Coach” ini menghadirkan Humphrey Rusli, selaku pembicara sekaligus Chief Operating Officer (COO) SEA Corp.
Dalam forum yang dihadiri oleh para CEO dan owner bisnis ini, coach Humphrey bertutur bahwa tema CEO as A Great Coach didesain karena banyak CEO yang masih mengerjakan tugas-tugas harian (bersifat taktik dan praktikal). Dia belum sadar, bahwa tugas CEO bukan pelaksana, melainkan sebagai kapten untuk mencapai target jangka panjang.
“Lalu mengapa coaching? Karena pada prakteknya coaching bukan memerintah, namun lebih bersifat memberdayakan anak buah, sehingga mereka bisa mengoptimalkan kemampuannya. Seorang CEO yang baik akan membantu mengeluarkan belief bahwa anak buahnya punya kemampuan, sehingga mereka akan termotivasi dan melakukan yang terbaik,” papar coach Humphrey
Selanjutnya international business coach ini menyebut, survey membuktikan bahwa efektivitas kerja mengalami kenaikan sebesar 22% setelah dilakukan training karyawan pada beberapa perusahaan. Namun, efektivitasnya akan naik sebesar 88%, jika dicombine dengan coaching. Sayangnya, selama ini sebagian besar CEO mengalami kesulitan untuk menjadi seorang ‘coach’ yang hebat. Selain tidak memiliki kesamaan visi dengan tim, kendala tersebut berasal dari kebiasaan CEO yang suka memerintah, bukan memberi pertanyaan dan memotivasi anak buahnya.
“Sering CEO merasa lebih tahu dan senior dari timnya, sehingga yang ada budaya memakai parameter ‘saya’, bukan parameter dari anak buah. Para CEO terbiasa untuk lebih mendengar pendapat diri sendiri,” tambah coach Humphrey.
Dalam kesehariannya, top #1 International Business Coach Juli 2013 ini telah melatih dan menjadi pendamping ratusan owner bisnis untuk mencapai sukses. Jadi materi yang diberikan juga bukan hanya teori semata, namun lebih pada pengalaman dan praktek yang dihadapi di lapangan. Beberapa hal yang didiskusikan dalam forum ini, mulai dari teknik mencoaching, seni bertanya, memotivasi tanpa memerintah, proses mengoptimalkan SDM, sampai bagaimana mempersiapkan CEO ke level berikutnya untuk menjadi better CEO.
“Intinya, hal yang yang menjadikan anda sukses menjadi CEO sekaligus coach adalah bukan pada apa yang anda tahu, tapi apa yang anda lakukan dengan apa yang anda tahu,” tegas coach Humphrey di akhir acara.

Pendapat para CEO :
1.       Hermanto – CENTRAL TECHNIC
Materi yang diberikan cukup bermanfaat. Saya sependapat dengan coach Humphrey bahwa konsep coaching dalam satu perusahaan itu tidak harus dengan memberi perintah, namun lebih pada memancing anak buah kita untuk termotivasi mencoba sendiri dan mengoptimalkan kemampuan mereka.
Sejauh ini saya sudah menerapkannya, meskipun terbentur pada beberapa kendala, seperti budaya yang belum terbentuk dan ketidaksiapan anak buah. Sehingga kadang saya juga masih harus mengerjakan hal-hal yang bersifat operasional.

1.       Kris Dwiantoro – PT. NISRINA INDONESIA
     Menurut saya, perusahaan bisa menerapkan budaya coaching, apabila timnya sudah mahir, baik dalam skill maupun knowledge. Kalau belum, maka harus melalui proses training terlebih dahulu. Kebetulan, di perusahaan saya ada semacam training centre untuk para kader baru. Hal ini agar mereka paham bagaimana bermain dalam bisnis yang kita jalankan, sekaligus memaksimalkan kekuatan mereka.
Inti dari CEO as a great coach adalah bagaimana kita sebagai pemimpin sekaligus menjadi pelatih, dimana yang bermain dalam bisnis adalah tim. CEO bertindak sebagai pengendali, meluruskan tim ketika ‘jalan’nya mulai kurang terarah.



0 komentar:

Poskan Komentar