Senin, 02 Desember 2013

BOOK CLUB - HASNUL TEKANKAN KETERBUKAAN DAN JUMP OUT OF THE BOX


Berbicara tentang sosok leader dalam sebuah bisnis, memang tidak ada habisnya. Setelah menyorot dinamika kepemimpinan dalam budaya hierarki Indonesia, kini SEA Corp. (ActionCOACH East Java&Bali) membedah buku seorang Hasnul Suhaimi, CEO PT. XL Axiata berjudul “Everyone Can Lead”. Buku yang bercerita tentang konsep kepemimpinan dan perjalanan hidup Hasnul ini, didiskusikan dalam forum ‘Book Club’, Jum’at (15/11/13) lalu. 

“Buku ini sangat menarik, karena selain berisi perjalanan hidup yang menginspirasi, si pengarang juga menjadi saksi terjadinya pergeseran fundamental dalam dunia bisnis telekomunikasi,” kata Suwito Sumargo, selaku pembicara dalam acara ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa coach Suwito ini bertutur, Hasnul adalah seorang pemimpin yang tidak terduga sebelumnya. Dia merupakan cerminan bahwa tidak setiap orang dilahirkan menjadi pemimpin, tapi setiap orang punya peluang untuk menjadi pemimpin, dengan step-step yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, dan latihan yang terus menerus.

Ada 5 prasyarat utama menjadi pemimpin yang dipaparkan Hasnul dalam buku ini. Pertama, fisik yang sehat dan berwibawa. Menurut Hasnul, penampilan fisik mempengaruhi persepsi orang lain tentang diri kita. Meskipun begitu, ayah dua anak ini tetap menegaskan, hal lain yang lebih penting dari kondisi fisik, yaitu kemampuan dan ketangguhan dalam melakukan pekerjaan. Menjaga kesehatan dengan olahraga dan pola hidup teratur, serta selalu menjaga penampilan, merupakan tips yang diberikan Hasnul.

Setelah fisik, syarat kedua berhubungan dengan intelektualitas. Pemimpin dengan intelektualitas tinggi akan mudah menyerap dan memahami pengetahuan yang diterimanya, serta mampu menerapkannya ke dalam tindakan lebih terarah. Intelektualitas tinggi juga bisa memungkinkan seorang pemimpin untuk berpikir secara jump out of the box dan meningkatkan kemampuan diri sebagai leader.

“Dalam perjalanannya, Hasnul terus mengasah kemampuannya, sharpening his blade, baik yang sudah terlihat maupun yang belum terlihat, secara formal maupun non formal,” tutur coach Suwito.
Ketiga, kemampuan emosional (soft skill) yang dibagi menjadi kemampuan individu (personal) dan sosial. Kemampuan emosional bukan hanya tergantung dari intelektualitas seseorang. Lebih jauh, kemampuan ini juga dipengaruhi oleh kesanggupan leader dalam mengembangkan diri, hingga bisa menangkap pesan dari fenomena yang ada di sekitarnya. Beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya dengan keterbukaan, kemampuan mengendalikan diri, serta menjauhkan diri dari sifat pasrah atau terima jadi.

“Sebagai pemimpin, Hasnul selalu terbuka untuk menyerap informasi di sekitarnya. Dia punya prinsip lo jual gue beli. Artinya mau belajar dari apa saja, dan tidak malu bertanya,” tegas coach Suwito.
Berikutnya kemampuan sosial, yaitu kecakapan pemimpin dalam menyesuaikan diri dengan orang, kelompok, maupun lingkungan baru. Hal ini termasuk kesanggupan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Sebagai seorang leader, selain tegas, Hasnul dikenal sebagai pemimpin yang humble dan membumi (touch the ground).

 Di akhir acara, coach Suwito berharap, dengan mengikuti acara ini, peserta bisa lebih terinspirasi dan semangat untuk menjadi sosok pemimpin yang baik.
“Hasnul itu sosok pemimpin yang kuat pada tim buildingnya. Dia seorang yang tegas, sekaligus bisa mengayomi dan memotivasi timnya. Saya berharap, para CEO yang mengikuti acara ini bisa menarik intisari dan mempraktekkan pada bisnis, sesuai dengan karakter atau kebutuhan masing-masing individu,” tutup coach Suwito.

0 komentar:

Posting Komentar