Sabtu, 21 September 2013

CEO PowerLunch - SENI DAN PERAN TIM DALAM MENARIK SUPER-STAR



Dalam dunia bisnis, keberhasilan usaha tidak lepas dari peran karyawan. Itu kenapa owner bisnis perlu memiliki pengetahuan bagaimana cara mendapatkan karyawan yang ‘mumpuni’, baik dari segi skill, maupun attitudenya.
Bekal itu yang diberikan kepada owner bisnis dalam acara CEO PowerLunch, bertajuk “The Secret of Hiring Best People”, Rabu, 28 Agustus 2013 lalu.
Selain menjelaskan tentang tantangan yang ada saat proses perekrutan, Humphrey Rusli sebagai pembicara juga mengungkap ‘seni’ menarik seorang karyawan jempolan (super-star).
“Karyawan jempolan memang punya kelebihan sejak lahir. Namun untuk menjadi super-star, itu didapat dari jangka panjang (long term), dengan proses yang benar dan disiplin tentunya. Diperlukan kemampuan owner untuk mendapatkan dan kemudian melatihnya menjadi seorang great employee ,” tutur Humphrey di tengah acara yang berlangsung di Pelangi Room, hotel Shangrila Surabaya ini.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan agar bisa mendapatkan seorang super-star? Humphrey menyebut, yang pertama adalah menunjukkan pada mereka bahwa perusahaan Anda punya level yang akan terus meningkat. Karena seorang super-star itu pada dasarnya senang tantangan dan selalu ingin berkembang.
“Beberapa contoh hal yang bisa dilakukan, diantaranya bisa dengan menunjukkan fasilitas training perusahaan pada mereka. Lebih baik lagi jika perusahaan Anda punya Corporate Social Responsibility, karena bisa menyentuh mereka secara holistik, bukan hanya skill saja, tapi juga rasa sosial mereka,” ungkap International business coach ini.
Selanjutnya, selain menunjukkan reputasi baik perusahaan pada mereka, juga harus dibarengi dengan atmosfir dan nuansa kerja yang kondusif saat mereka mulai bekerja pada perusahaan Anda.
“Yang terpenting adalah kualitas tim Anda juga harus dilatih untuk mendapatkan seorang calon super-star. Usahakan memberikan kualifikasi pertanyaan bermutu, dan pihak yang memberikan interview juga harus ‘mumpuni’,” kata Humphrey. “Kerjasama tim dan owner bisnis diperlukan untuk melatih dan memotivasi, agar seorang super-star tidak hanya super secara skill saja, tapi juga menjadi great employee yang bisa mengembangkan sistem mencapai puncak,” tambahnya lagi.

Pendapat para CEO : 
1.     Sesilia Mulyadi (PT. Bangun Adinata Indokarya)
Problem terbesar ketika merekrut adalah bagaimana mendapat karyawan yang karakternya sesuai dengan perusahaan kita. Kalau masalah skill tidak masalah, karena skill bisa dilatih. Dengan penjelasan yang diberikan coach Humphrey, sangat bermanfaat menambah pengetahuan, khususnya tentang bagaimana menghire orang yang tepat untuk perusahaan kita.

2.     Kris Dwiantoro (PT. Nisrina Indonesia)
Yang paling penting pada saat merekrut adalah memperhatikan heart dan spirit yang dipunyai oleh seorang calon karyawan. Namun justru inilah problem utama dalam proses hiring. Dengan mengikuti CEO Powerlunch, banyak hal baru yang didapat. Selain jenis-jenis pertanyaan untuk proses rekruitment, juga bagaimana mengungkap heart dan spirit calon karyawan.

0 komentar:

Poskan Komentar